Peternakan Domba Dengan Makanan Fermentasi

Beberapa waktu yang lalu penulis bersama Kelompok Tani Tirotosari dari Tegalrejo, Magelang mengunjungi sebuah tempat yang berlokasi di Mungkid, Magelang. Yang membuat kami tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut adalah adanya sebuah peternakan domba yang berupa pembibitan dan penggemukan domba dengan memberi makan fermentasi.

Kambing FermentasiDi area yang cukup luas dan jauh dari lokasi perkampungan menjadi letak yang strategis untuk beternak kambing milik Pak Faisal ini. Sebenarnya pak Faisal juga mempunyai usaha di bidang perikanan tetapi kami yang merupakan kelompok tani lebih tertarik mencari tahu tentang cara beternak domba dengan memberi makanan fermentasi.

Pak Faisal menerangkan beternak Domba dengan cara fermentasi tidak menguras tenaga yang kita miliki. Domba-domba tidak bergantung pada rumputan hijau yang mengharuskan kita merumput setiap hari. Domba yang dikembangbiakkan pak faisal adalah domba jawa biasa, domba Wonosobo dan juga hasil persilangan dari keduanya.

Bahan utama dalam membuat makanan fermentasi adalah ampas tahu, bekatul (dedak), kulit ketela dan tetes tebu. Menurut pak faisal ampas tahu berperan penting dalam memberi suplai protein dan kulit ketela menjadi sumber karbohidrat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan domba. Rumput hijau hanya sebagai makanan pendamping. Total makanan yang dibutuhkan perharinya adalah satu kaleng makanan fermentasi dan satu karung rumput untuk 60 ekor domba. Kaleng disini adalah kaleng berbentuk silinder dengan diameter 0,5 meter dan tinggi 1 meter. Pemberian makan diberikan pada sore hari saja, karena menurutnya domba-domba makan pada malam hari dan siang harinya tidur.

Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah kandang yang nyaman dan bersih. Selain itu kandang domba harus mempunyai sirkulasi yang cukup sehingga domba tidak mudah stress. Kandang didesain berbentuk panggung sehingga kotoran dan air kencing tidak mengotori kandang karena bisa terkumpul di bawahnya. Setiap harinya harus kandang dibersihkan agar domba merasa nyaman dan kotoran tersebut bisa dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman.

Di lokasi peternakan memang terasa nyaman dan tidak bau seperti domba yang diternak di lantai. Bawah kandang juda dibiarkan tanah asli atau tidak diberi lantai sehingga air kotoran bisa meresap. Domba-domba Pak Faisal saat ini berjumlah 120 terdiri atas betina, jantan dan masih anak tentunya karena dikembangkan sebagai pembibitan. Betina domba setiap tahunnya melahirkan 2 kali. Anak domba biasanya dijual ketika berumur kurang dari 10 bulan.

Keuntungan yang didapat juga lebih besar dibandingkan dengan peternakan kambing biasa. Satu kambingnya dikalkulasikan biaya 800 (krg dr seribu) untuk makanan setiap harinya. Anda tertarik??? Anda bisa mengunjungi dan belajar langsung kepada Pak Faisal di Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Disini juga menerima pelatihan peternakan dan perikanan dengan waktu pembelajaran 4 bulan.

Peternakan Domba Dengan Makanan Fermentasi | posted by admin | 4.5

Komentar FB

Komentar

3 Comments
  1. 1 year ago
    dito

    Yth. Ngikik. Com

    UP Bp. As’adul Ibad

    Terima kasih bapak atas informasi dan tulisannya, banyak memberi pencerahan bagi kami yang awam dan berniat terjun ke bidang usaha ini

    Bolehkah kami dapat no telpon Pak Faisal pak? Kami ingin ngelmu ke beliau langsung

    Terima kasih atas bantuan bapak, semoga Tuhan memberkahi

    Salam,

    Dito
    +6281389983017

    Reply
    • 1 year ago
      As'adul Ibad

      Kebetulan saya waktu itu hanya ikut-ikutan kelompok tani di desa kami aja. Jadi mohon maaf saya tidak mempunyai nomor hp beliau.

      Reply
  2. 1 year ago
    dito

    Mungkin salah satu anggota kelompok tani Pak As’aud ada yang punya?

    Maturnuwun

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>