Nasi Megono, Hidangan Spesial Ketika Musim Panen Padi

Bagi para petani musim panen adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu. Betapa senang dan bahagianya ketika hasil panen tidak dimakan oleh hama dan berbuah dengan banyak. Saya kali ini akan berbagi sedikit cerita tentang kebiasaan (bisa dikatakan adat lah… ) para petani dari daerah Magelang ketika musim panen padi tiba.

Para petani di daerah Tegalrejo, Magelang mempunyai rasa kebersamaan dan gotong royong yang luar biasa. Saya bilang luar biasa karena di daerah situ menanam padi hingga panen dilakukan dengan saling tolong menolong. Ketika pemilik lahan (sawah) akan menanami padi maka akan dibagi kepada para tetangga sekitar. Satu petak sawah dibagi menjadi beberapa bagian yang setiap bagian diberikan oleh pemilik lahan kepada para tetangga untuk ditanam padi. Pemilik sawah melakukan pembibitan yang kemudian dibagi kepada para tetangga untuk ditanam dan dipanen ketika sudah waktunya.

nasi megono

Jadi (hanya) penanaman dan pemanenan padi dibantu oleh para tetangga yang kemudian hasil panen dibagi hasil. Ketika musim panen tiba, orang-orang memanen padi yang mereka tanam sebelumnya kemudian disetorkan kepada pemilik sawah untuk diberi bagian dari hasil panen dalam bentuk gabah (padi). Tentu saja para tetangga sangat merasa terbantu dengan bagi hasil panen yang dimiliki oleh para pemilik sawah, terutama mereka yang mempunyai lahan sedikit. Menanam padi di daerah Tegalrejo, Magelang ini tentu menjadi adat yang perlu dipertahankan karena dapat saling membantu memenuhi makanan pokok yaitu padi. Biasanya pekerjaan ini dilakukan oleh ibu-ibu. Itulah indahnya hidup di pedesaan.

Yang menarik, ketika musim panen padi tiba, para pemilik lahan biasanya menyajikan sego megono atau nasi megono, kerupuk dan juga minuman berupa teh manis atau air putih. Nasi ini menjadi santapan yang lezat setelah seharian memanen padi di sawah.

Nasi megono adalah nasi yang dikukus bersama campuran kluban hingga masak. Kluban adalah sayur-sayuran bisa berupa; kubis, daun kacang, kacang panjang, dll yang diurap dengan sambal parutan kelapa dan ikan teri. Masakan tradisional ini banyak dijumpai di daerah Jawa Tengah.

Sungguh, nasi megono menjadi santapan lezat setelah seharian dibawah terik sinar matahari memanen padi di sawah. Para petani di Magelang sangat senang menjalani hidup mereka dan sama sekali tidak merasa mengeluh dengan kesederhanaan. Para petani untuk memenuhi kebutuhan hidup harus selalu sabar bahkan disaat musim panen kurang memuaskan. Gangguan hama, kekeringan, hingga gagal panen selalu menghantui mereka.

One Response

  1. shofia al fariz 06/10/2017

Leave a Reply

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.