Makanan Khas Papua, Berani Coba?

Makanan khas Papua – Dulu bernama Irian Jaya namun sejak tahun 2003 dibagu menjadi dua profinsi yaitu provinsi Papua dan Papua Barat. Budaya dan adat Papua masih sangat kental dan banyak belum terjamah dengan perubahan seiring kemajuan teknologi. Papua juga sangat terkenal dengan kekayaan alam yang melimpah dan keindahan alam yang menjadi tujuan wisata dunia.

Upacara adat, ritual-ritual, masyarakan yang dipimpin kepala suku dan berbagai budaya masih sangat kental di sana. Hal-hal tersebut masih dijumpai sehari-hari terutama di daerah-daerah pedalaman.

Makanan khas Papua

tarian adat papua

Sebagai warga Indonesia yang baik kita harus mengenal mengenai adat dan budaya di daerah-daerah lain seperti Papua. Salah satunya adalah mengenal makanan daerah khas Papua. Ingin tahu? Berikut adalah makanan khas Papua.

Papeda

papeda

Papeda adalah masakan khas Papua yang berbahan utama sagu. Olahan bubur sagu yang dibumbui dengan kunyit dan bumbu lain, disajikan dengan ikan tongkol atau mubara. Sebagai pelengkap ada sayuran berupa tumis kangkung atau bunga pepaya. Tidak ada unsur nasi pada papeda, karena memang sagu menjadi pengganti nasi pada masakan khas papua ini. Lebih nikmat lagi kalau papeda dimakan dengan sambal tomat. Papeda juga sangat kaya akan nutrisi, serat dan rendah kolesterol.

Bagea

Hampir sama dengan bapeda, masakan ini juga dibuat sari bahan utama sagu. Bedanya bagea merupakan kue yang memiliki tekstur keras tetapi ketika masuk kem mulut atau terkena air menjadi lunak. Bagea kini sudah dimodifikasi menjadi beberapa rasa yang lebih enak. Bahan-bahan untuk membuat bagea khas Papua ini antara lain tepung sagu, gula kelapa, minyak sayur, kenari, tepung terigu, telur, soda kue, kacang tanah, cengkeh, dan kayu manis. Kue ini juga dapat ditemui di Manadpo dan Ambon.

Kue lontar

Salah satu kue khas bumi cendrawasih yang bisa dikatakan lebih modern. Kue kontar biasanya disajikan pada saat hari-hari tertentu seperti hari besar.

Makanan ekstrim Papua

Selain makanan di atas, masyarakat Papua memiliki kebiasaan yang cukup ekstrim dalam hal makanan. Ialah kebiasaan memakan ulat sagu dalam keadaan hidup-hidup ataupun diolah dengan bumbu. Ulat sagu ditemukan pada batang pohon sagu (biasanya yang sudah busuk) yang sudah ditebang, lalu dibelah. Ulat-ulat sagu bisa diolah dengan cara disate, rebus ataupun tumis. Ada cara yang lebih ekstrim yaitu dengan makan ulat sagu mentah-mentah dan masih hidup. Biasanya dipegang bagian kepalanya lalu melahap tubuhnya yang gemuk dan berlemak. Cukup ekstrim dan tentu saja bagi Anda yang hanya makan makanan halal harus menghindarinya.

Demikian makanan khas Papua yang dapat menambah pengetahuan akan keragaman Indonesia.

Leave a Reply

*