Contoh Pantun Talibun

Pantun Talibun – Pengertian talibun adalah jenis puisi lama atau pantun, yang mempunyai sampiran dan isi. Namun yang membedakan dengan pantun biasa adalah talibun mempunyai lebih 4 baris (mulai 6 sampai 20 baris). Sajak atau irama dari tlibun adalah abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dan seterusnya.

Untuk membedakan dengan pantun biasa, pantun talibun mempunyai beberapa ciri-ciri antara lain:

  • Berjenis puisi bebas
  • Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian
  • Isinya berdasarkan sesuatu perkara diceritakan secara terperinci
  • Tiada pembayang. Setiap rangkap dapat menjelaskan satu keseluruhan cerita
  • Menggunakan puisi lain (pantun/syair) dalam pembentukannya
  • Gaya bahasa yang luas dan lumrah (memberi penekanan kepada bahasa yang berirama seperti pengulangan dll)
  • Berfungsi untuk menjelaskan sesuatu perkara
  • Merupakan bahan penting dalam pengkaryaan cerita penglipur lara

wayang kulit

Contoh pantun talibun

Berikuta adalah kumpulan beberapa contoh pantun talibun yang bisa digunakan sebagai referensi:

Telah penat hamba mendaki
mendaki batu berjenjang
bulan tak juga terang-terangnya
Telah penat hamba menanti
telah putih mata memandang
tuan tak kunjun datang juga

Setinggi-tinggi melanting
membumbung ke awang-awang
baliknya ke tanah jua
sehabis dahan dengan ranting
dikupas di kulit batang
teras pengubar barulah nyata

Berkeris si katin muna
patah sudah bersimpai belum
tak sebuah jadi tuah
jika dilihat pusaka lama
dibangkit batang nan terendam
tlah banyak lagi yang berubah

Sutan Palembang orang Pariaman
duduk menyurat menulisi
duduk melukis gambar bulan
Sepantun jenang dalam pinggan
lekat tak hendak pupus lagi
begitu sayang kepada tuan

Telakang crana kaca
nan sama orang gantangkan
Renggang karena bahasa
bercerai karena budi
itu sama orang pantangkan

Kelu paku kacang belimbing
tempurung lenggang-lenggangkan
dibawa orang ke Seruasa
bawa serta dengan sayaknya
anak di pangku kemenakan dibimbing
orang kampung dipertenggangkan
jaga kampung jangan binasa
jaga serta adat dan agamanya

Tukang kayu mengerat paku
paku dikerat kain kasa
kain kasa pasang di papan
papan untuk pijakan lantai
meski berbeda-beda suku
juga berbeda-beda bahasa
yang penting kaga persatuan
agar hidup tenang dan damai

Penakik pisau seraut
ambil galah batang lintabung
selodang ambilkan niru
yang setetes jadikan laut
yang sekepal jadikan gunung
alam terkembang jadian guru

Anak raja di pulau punjung
belahan raja dari Jambi
asalnya raja keduanya
pada tuan kasih bertuntung
usai berniat hendak mengganti
melarat nanti apa gunanya

Dari beberapa contoh pantun talibun diatas dapat dilihat bahwa talibun juga mempunyai 2 bagian yaitu sampiran dan isi. Jika talibun 6 baris maka 3 baris pertama merupakan sampiran dan baris selanjutnya merupakan isi. Jika pantun talibun 8 baris maka 4 baris pertama merupakan sampiran dan 4 baris selanjutnya merupakan isi. Dan begitu seterusnya.

Terkadang memang pantun talibun mempunyai makna yang lebih sulit dipahami dari pada pantun biasa. Selain itu pantun talibun jarang dimainkan atau digunakan pada saat sekarang ini. Demikian beberapa contoh pantun talibun, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

*